Selasa, 25 Oktober 2011

Arti Sebuah Maaf

Manusia adalah tempat salah dan dosa. Sebagai makhluk yang lemah, kadang kesalahan yang diperbuatnya membuat luka dan membekas dalam jiwa. Tak terkecuali bagi seorang muslim, sebuah canda saja dapat berubah menjadi menyakiti perasaan dan membuat dendam. 


Rasulullah saw bersabda “Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan. Dimana setiap bagian saling menguatkan” (HR Muslim). Dari hadis tersebut kita tahu, sesungguhnya setiap muslim adalah saudara. Jika ada perselisihan diantara mereka, hendaklah bermusyawarah. Jika terjadi kebuntuan, diharapkan salah satu diantara keduanya mengalah, setelah itu saling memberi maaf dan meminta maaf.

Memberi maaf adalah perbuatan mulia. Banyak orang yang tidak dapat memberi maaf atas kesalahan orang lain. Maka yang timbul adalah sebuah penyakit hati seperti iri, dengki, senang melihat penderitaan orang lain, senang melakukan ghibah, su’uzhon dan lainnya. Kita sebagai umat yang ingin mendapat rahmat Allah SWT, hendaklah bisa untuk memaafkan kesalahan orang lain. Karena baik untuk kita, dan baik pula untuk orang yang memiliki kesalahan pada kita. 

Ada beberapa keuntungan yang didapat ketika kita memberi maaf.
Pertama, seseorang yang memberi maaf akan dilapangkan hatinya, dan dijauhkan dari sifat iri, dengki, su’uzhon dan penyakit hati lainnya.
Kedua, dapat menyabungkan tali silaturahim yang sempat terputus ketika terjadi perselisihan. Sehingga mendapat rizki dari Allah SWT. Rasulullah saw, bersabda. “Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahmi)” (HR Anas bin Malik). 
Ketiga, dijauhkan dari murka Allah SWT. Karena sesungguhnya Allah Membenci permusuhan diantara kaum muslimin. Allah lebih menyukai persaudaraan dikalangan kaum muslimin. Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS At-Taubah : 71).

0 komentar:

Posting Komentar